Refleksi

Antonius Bryan Leonard Konyanan – Keuskupan Agung Makassar (KAMS)

Perjalanan Misionerku

Tahun 2023 adalah tahun yang luar biasa buat saya karena di tahun ini saya berkesempatan menjadi salah satu peserta Teens School of Mission (T-SOM) angkatan ke 3. Selama mengikuti kegiatan ini saya mendapatkan banyak pembelajaran dan merasakan banyak perubahan dalam diri, mulai dari tingkah laku, kebiasaan hingga aktivitas rohani. Melalui kegiatan ini saya juga banyak mempelajari hal-hal baru yang sangat bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan iman. Seluruh peserta T-SOM dihantar untuk mengalami dan merasakan semangat misioner.

Pada pertemuan pertama di Surabaya yang bertemakan “Surabaya Friendship”, saya dipertemukan dengan teman-teman dari 14 Keuskupan yang ada di Indonesia. Saat baru tiba di Surabaya dan bergabung dengan teman-teman yang lain saya merasa sepi dan sunyi, tidak saling mengenal satu sama lain, kecuali teman-teman dari Makassar. Namun, melalui pertemuan pertama ini kami berproses untuk saling mengenal dan akrab satu sama lain. Melalui pertemuan “Surabaya Friendship” saya belajar bagaimana pentingnya membangun relasi dan kerja sama di dalam satu tim. Setelah saya kembali ke Makassar, saya tidak merasa sepi lagi karena sudah memiliki banyak teman seiman. Hal ini yang mendorong saya untuk semakin aktif dalam pelayanan-pelayanan di Gereja.

Setelah 3 bulan berlalu, kami dipertemukan kembali di Muntilan untuk mengikuti kegiatan retret yang bertemakan “Muntilan Prayer”. Melalui kegiatan saya belajar untuk semakin dekat dengan Tuhan melalui Alkitab. Saya berproses untuk berkomunikasi dengan Tuhan dengan membaca Kitab Suci. Ketika membaca kitab suci, saya dapat merasakan bagaimana Tuhan berbicara melalui sabdaNya. Hal ini semakin menguatkan rasa iman percayaku kepadaNya. Kegiatan “Muntilan Prayer” dilanjutkan ke Seminari Tinggi Kanisius Mertoyudan. Kami diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan Jambore Nasional Sekami. Pada kegiatan ini, saya semakin senang bertemu  dengan banyak teman yang seiman dengan saya. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, yang menyadarkan saya akan keindahan dan kekayaan yang diberikan oleh Tuhan. Kegiatan-kegiatan yang saya alami  membuat saya sungguh merasa bangga menjadi seorang Katolik karena di tengah banyaknya perbedaan, umat Katolik bisa hadir bekerja sama serta dapat berbagi sukacita Tuhan.

Pertemuan T-SOM berlanjut di Makassar pada akhir September 2023, yang bertemakan “Makassar Action“. Dalam pertemuan ini saya belajar mengenai Ajaran Sosial Gereja yang direfleksikan langsung melalui kegiatan live in sehari di pabrik kasur. Dengan melakukan live in, saya mendapatkan pengalaman bagaimana bersosialisasi dan bekerja sama dengan orang lain dari kalangan manapun. Selain itu juga melalui live in saya belajar untuk belajar menerima keadaan dimanapun kita berada.

Setelah dari Makassar, kegiatan dilanjutkan di kota Padang tepatnya di Kepulauan Mentawai yang bertemakan “Mentawai Pilgrimage.“ Di pertemuan terakhir ini saya belajar untuk menjadi seorang misionaris yang siap diutus kemana pun dan dalam situasi apapun dengan bekal materi dan praktek yang sudah saya dapatkan mulai dari Surabaya, Semarang, dan Makassar. Selama mengikuti kegiatan live in, banyak suka dan duka yang saya alami. Dari pertemuan ke 4 ini saya belajar lebih banyak bersyukur untuk setiap hal yang terjadi, tidak banyak mengeluh dan menyandarkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Doa :

Ya Bapa di surga saya bersyukur untuk kesempatan luar biasa yang Engkau berikan sehingga saya dapat mengalami proses yang membantu saya berproses dan bertumbuh dalam iman kepadaMu. Proses belajar ini tidak dapat saya lupakan karena sangat berarti dan juga bekalku untuk terus menebarkan kabar sukacitaMu dan menjadi terang bagi semua orang dimanapun saya berada. Terima kasih ya Tuhan. Amin.

Quotes :

Hari kemarin akan menjadi kenangan dan tidak dapat diulang kembali, namun hari kemarin dapat menjadi pelajaran berharga untuk hari ini dan perjalanan kehidupan selanjutnya.

Tinggalkan komentar