Refleksi

Gerardo Ananda

Peserta TSOM#3 – Keuskupan Agung Medan

Memory of TSoM

Saat aku menjadi anggota T-SOM angkatan ke 3 saya sangat senang, karena saya membawa nama paroki bahkan membawa nama keuskupan saya. Saya menjadi anak misioner yang siap untuk bermisi. Pada pertemuan pertama T-SOM angkatan 3 di Surabaya dengan tema Surabaya friendship, saya berjumpa dengan kawan-kawan baru dari berbagai daerah.Di Surabaya kami memperkenalkan diri masing-masing dan menjalin keakraban.Acaranya sangat seru, Di kelompok saya hy satu laki-laki, yaitu saya,kami ada 5 orang, kelompok kami membawakan lagu berjudul Di Hati Ini Ada Cinta, kami langsung akrab dan bisa berbagi cerita dengan kawan – kawan dari berbagai daerah.Sampai akhirnya kami pulang ke keuskupan masing-masing. Saya bertanya-tanya di dalam hati saya bagaimana acara T-SOM selanjutnya, apakah acara selanjutnya makin seru?

Sebelum di mulainya pertemuan T-Som yang kedua saya sangat bergembira karena bisa jumpa lagi dengan kawan kawan T-SOM.

Pertemuan kedua T-SOM diadakan di Semarang dengan tema Muntilan prayer. Disana saya dan kawan kawan di ajarkan untuk berdoa.Di Muntilan kami dibawa ke tempat museum dan pemakaman para imam.
Setelah pertemuan Muntilan Prayer, saya mengikuti pertemuan Jambore Nasional dan bertemu lagi dengan kawan – kawan baru dari keseluruhan keuskupan se- Indonesia. Kami berbagi sukacita, berbagi pengalaman, makan bersama, ibadah bersama dan disana diajak berkunjung ke berbagai tempat seperti pesantren, rumah ibadah non Katolik,panti Jombo perkelompok.Saya kebetulan berkunjung Vihara.Setelah acara Jambore Nasional, rombongan Keuskupan Agung Medan jalan – jalan ke candi Borobudur, candi Prambanan,Malioboro dan nginap di Soverdi, besoknya rombongan Keuskupan Agung Medan pulang ke Medan.

Pada pertemuan 3 T-Som dengan tema Makassar action di Makassar saya berjumpa lagi bersama kawan-kawan agnggota T-SOM angkatan 3. Sebelum acara T-SOM,kami diajak jalan -jalan di Makassar,tambahlah pengalaman saya.Di sana saya dan kawan-kawan diajarkan untuk melakukan ajaran sosial Gereja, jadi kami di sana di tugas kan di beberapa tempat kerja. Kebetulan saya mendapat di tempat pabrik udang, jadi sebenarnya kami itu kerja di tempat pembekuan undang tapi berhubung baju kerjanya tidak cukup jadi saya dan kelompok saya bekerja melipat kardus, malamnya kami mengerjakan refleksi. Saya berulang-tahun ketika sedang bermisi di Makassar. Saya mendapat banyak ucapan ulangtahun dari keluarga, teman – teman, dan para dirdios. Saya mendapat hadiah yang berharga dalam bentuk ucapan dari Romo Lopez. Romo Lopez mengucapkan selamat kepada saya melalui video dan disertakan harapan harapan yang berharga bagi saya. Saya juga ditraktir oleh Romo Marson saat tengah malam, saya sangat senang sekali, terimakasih banyak Romo. Kami juga berkunjung ke berbagai tempat di Makassar.Malamnya sebelum pulang,kami misa bersama bapak Uskup di Katedral dan malam bersama.Besoknya kami pulang ke Medan

Pertemuan 4 T-SOM di adakan di Mentawai dengan tema Mentawai Pilgrimage. Di sana kami di bagi tempat Stasi, kebetulan saya dapat di Stasi Gotab. Saat sampai di Stasi kami di sambut meriah dengan umat di sana. Setelah di sambut kami ke gereja untuk memperkenalkan diri satu persatu dan dibagikan tempat tinggal masing-masing. Setelah itu saya makan malam lalu tidur malam bersama keluarga baru saya di Stasi Gotab. Besoknya saya terbangun dan sudah melihat cahaya matahari dari sela sela dinding, sesudah itu pun saya mandi dan sarapan bersama keluarga baru saya. Setelah makan saya diajak oleh kawan saya untuk latihan bersama teman-teman untuk misa malam Natal, sesudah latihan saya istirahat. Malamnya saya makan dan langsung pergi ke gereja untuk misa malam Natal bersama umat-umat disana. Setelah itu saya pulang ke rumah dan mengganti pakaian saya,lalu saya tidur. Hari berikutnya saya latihan natal bersama kawan-kawan, lalu pulang untuk mandi dan bersiap-siap untuk natal ceria bersama anak-anak BIA dan BIR. Sesudah acara saya latihan misdinar untuk misa natal, setelah itu saya pulang ke rumah untuk makan siang dan ganti baju. Lalu saya pergi ke gereja untuk misa natal, sepulang dari misa saya makan malam lalu pergi ke gereja untuk acara malam gembira, tidak terasa sudah jam 3 dan mesin genset sudah mati jadi kami tertidur di gereja. Lalu kami di bangunkan dan kami berdoa pentupan malam gembira. Setelah kegiatan malam gembira saya packing barang bawaan saya, lalu saya tidur. Besoknya saya makan pagi dan pergi ke gereja untuk acara perpisahan ke ketua Stasi, kepada umat dan kepada pemilik rumah yang kami tempati.Kami pun pulang ke Stasi Maileppet. Di Stasi Maileppet kami di sana ibadah dan nginap 2 hari di asrama cowok. Besok nya kami di ajak jalan-jalan ke P.Masilok, di sana kami bermain,mancing,bernang dan bakar ikan. Setelah dari sana kami misa lalu makan malam dan packing barang untuk berangkat ke padang. Besoknya kami berangkat naik ke kapal menuju kapal, di kapal saya tertidur pulas karena kecapean. Saat saya terbangun kapal goyang kencang karena ada ombak yang besar, jadi saya sedikit mual dan susah untuk tidur kembali. Sesampai di Padang saya ambil barang bawaan saya, lalu saya menunggu mobil yang mengantar saya ke tempat penginapan di paroki St. Fransiskus Padang Baru. Saat menunggu saya membeli sate karena perut saya kelaparan. Saat sampai di penginapan saya mengantar barang saya ke tempat tidur, lalu saya makan malam di aula paroki. Setelah makan saya membereskan baju-baju bawaan saya ke dalam koper dan tas. Lalu saya perpisahan dengan kawan kawan saya, setelah perpisahan saya mandi supaya besok saya tinggal berangkat. Setelah mandi saya tidur, besoknya saya bergegas dan mengangkat barang bawaan saya ke dalam mobil. Lalu sesampai bandara kami naik pesawat dan sampai ke Medan dengan selamat.

Quotes:

Teruslah Melangkah Jangan Berhenti
Jangan berhenti ketika lelah. Berhentilah ketika selesai.

Tinggalkan komentar