Refleksi

Kenny Stevanus Pangemanan

Pendamping TSOM#3 – Keuskupan Manado

Setia Sampai Akhir

Suatu anugerah yang diberikan Tuhan sehingga bisa berproses dalam Teens School of Mission Angkatan ke 3. Ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa dalam hidup saya bisa berdinamika baik dengan para Romo,Suster,teman – teman pendamping dan juga para Remaja Misioner. Ketika saya dipilih untuk mendampingi remaja TSOM di keuskupan manado saya langsung berpikir “Nanti apa yah yang akan dilakukan selama kegiatan TSOM berlangsung? “. Pada awalnya Ketika di infokan untuk ikut TSOM dirdios saya mengatakan bahwa mengikuti kegiatan ini harus punya Komitmen yaitu harus menyelesaikan selama kurang lebih satu tahun berjalan, ini merupakan suatu tantangan buat saya. Apalagi saya yang punya banyak kesibukan di rumah,Kampus dan lain nya tetapi saya berpikir bahwa semuanya bisa saya lalui.

Beriring berjalannya waktu Ketika proses Teens School of mission baik dari Surabaya Frienship, Muntilan Prayer,Makassar Action dan Mentawai Pilgrimage saya di tantang untuk selalu mengingat terus akan komitmen yang saya iyakan. Mendampingi para remaja di masa yang lebih modern ini merupakan suatu tantangan besar karena kadangkala mereka lebih cepat mendapatkan informasi daripada kami para pendamping. Mendampingi TSOM bagi saya merupakan suatu hal yang baru karena harus mendampingi,baik dari keuskupan saya maupun dari keuskupan lain yang saya tidak tahu akan bagaimana sifat/latar belakang dari anak ini.

Dalam perjumpaan Pertama di Surabaya friendship saya diajak untuk berkenalan dan lebih mempererat persaudaraan baik dengan para Romo,Suster,Teman – Teman Pendamping dan juga para remaja TSOM. Di pertemuan ke 2 Muntilan Prayer kegiatan ini lebih pada Doa dan Mengunjungi Tempat – Tempat Sejarah perjalanan Misi Katolik di Muntilan dan ternyata kebanyakan dari kami para pendamping dan peserta tidak tahu bahwa itu bersifat mini Ret -Ret dan kita tidak tahu diwajibkan silentium. Pertemuan ke 3 yaitu Makassar Action kegiatan ini mendorong kita untuk bisa beraksi di dalam dunia kerja lewat Ajaran Sosial Gereja dan kami pendamping dan Remaja TSOM kita di Sebarkan ke tempat -Tempat Usaha yang ada di Makassar dan itu merupakan pengalaman pertama saya menjadi pelayan di Rumah Makan. Mentawai Pilgrimage kegiatan ini berarti kita berziarah Saudara-saudari kita di tempat lain dan kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat berkesan bagi saya karena pertama kalinya merayakan natal jauh dari keluarga dan suasana natal nya sangat berbeda dengan biasa nya saya rasakan. Di Mentawai pilgrimage kami live in Bersama umat yang ada di Mentawai khususnya saya tinggal di Stasi Sirisurak Paroki Saibi.

Penyertaan Tuhan selalu ada dalam setiap kehidupan saya selama kegiatan TSOM ini karena di saat saya galau untuk mengikuti kegiatan karena terkadang bertabrakan dengan kegiatan lain tetapi bisa mendapatkan jalan keluar. Berdinamika dengan teman-teman TSOM saya terkadang ada Bahasa atau gaya bicara yang saya tidak tau artinya tapi itulah keberagaman kita yang di satukan dalam kegiatan Teens school of mission ini.

Lewat Kegiatan TSOM ini banyak hal yang dapat saya belajar dari setiap kejadian atau Pengalaman yang terjadi selama proses ini dan mendorong saya untuk selalu berpikir kreatif. Dan juga lewat kegiatan TSOM ini saya semakin memperkuat akan Iman Katolik saya. Tuhan itu sangat Baik dalam hidup saya karena selalu memberikan Kebahagian selama berproses dalam kegiatan TSOM ini.

Setelah selesai dan kembali ke keuskupan,saya akan bersemangat untuk melayani Tuhan dan Sesama juga memotivasi para kaum muda untuk tetap kuat pada iman katolik kita. Kegiatan TSOM ini juga sangat cocok dengan Motto hidup saya yaitu “DUC IN ALTUM” harus bertolak atau menuju ketempat yang jauh jangan kita hanya tinggal diam Terus.

Tetap Setia Menjadi murid Kristus yang 100% Katolik 100% Indonesia

Tinggalkan komentar