T-SoM Angkatan 2 – Keuskupan Manokwari – Sorong

(Refleksi pada bulan Desember 2020)

Desi

Pada bulan Desember ini seharusnya kami para peserta T-SOM berkumpul di Sintang. Kami akan live ini dan mengalami kehidupan bersama umat di sana tetapi belum bisa terlaksana.

Pada bulan Desember ini Gereja juga memasuki masa Adven dimana dalam empat pekan kami mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran Tuhan Yesus. Ada hal yang terasa hilang karena biasanya diawal bulan Desember diadakan pawai Santa Claus dan disetiap perempatan jalan berdiri pondok-pondok natal. Rasanya kecewa dan sedih karena tradisi di tanah Papua yang biasa kami alami tidak terjadi. Ada sesuatu yang hilang. Pondok-pondok natal di jalan hanya beberapa saja.

Walau terasa mengecewakan dan sedih namun suster mengajak kami untuk membuat pondok natal dalam hati kami. Mempersiapkan tempat yang layak untuk Tuhan Yesus lahir di hati kami. Walau dalam situasi pandemic suster mengingatkan kami agar kami tetap mengaku dosa. Saya mendengarkan dan mengikuti apa yang suster ajarkan karena itu demi kebaikan hidup saya terlebih sebagai peserta T-SOM saya harus bisa memberi kesaksian kepada yang lain.

Pengalaman yang mengesan  yaitu ajakkan suster agar kami membuat pondok natal dalam hati kami. Ajakan suster ini mengesan karena selama ini tidak ada orang yang membimbing saya agar menyediakan tempat yang layak bagi Yesus di hati saya. Semua seakan terjadi begitu saja.

Rahmat yang diberikan Tuhan pada saya melalui pengalaman itu adalah saya disadarkan dalam hidup ini saya harus memiliki hati yang baik yang menghargai orang lain dan berani mengakui kesalahan sehingga Tuhan bisa berdiam dalam hati saya.

Niat, janji, harapan, semangat tertentu yang akan saya lanjutkan ialah terus belajar menjadi rendah hati

Doa: Ya Tuhan, datanglah dalam pondok hatiku agar hidupku bisa memberikan kebaikan-Mu kepada orang lain yang saya jumpai. Amin

Ungkapan singkat:

Kerendahan hati menjadi kunci menjadi pengikut Tuhan Yesus

Kutiban Kitab Suci : “Lalu kata Maria:”Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,” Lukas 1:46-47


 

Gisela Kresensia Tuturop

Remaja missioner secara khusus yang mengikuti T-SOM, saya termotivasi untuk mewujudkan semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban, Kesaksian). Oleh karena itu pada masa Adven saya rajin berdoa dan bahkan setiap hari melayani Tuhan dengan menjadi misdinar. Saya juga berderma memberikan uang saku yang saya sisikan sendiri. Ketika saya berderma, berkurban saya sangat merasa senang dan gembira mewujudkan semangat 2D2K juga menjadi sarana untuk saya mempersiapkan diri menyambut perayaan natal seperti seruan Yohanes Pembaptis supaya kita mempersiapkan jalan bagi Tuhan sehingga saya layak untuk menyambut kelahiran Tuhan. Dalam persiapan ini juga saya mengaku dosa pada Pater Manu.

Rahmat Tuhan yang saya alami yakni saya diteguhkan bahwa hidup saya harus memuji dan memuliakan Tuhan dengan cara mewujudkan semangar 2D2K.

Ungkapan singkat/ Quote: Memuji dan memuliakan Tuhan dengan mewujudkan semangat 2D2K

Niat, janji, harapan, semangat tertentu yang  saya dapatkan dari pengalaman tersebut adalah terus berusaha mewujudkan semangat 2D2K dalam hidup sehari-hari.

Doa singkat : Ya Tuhan terima kasih Engkau membantu saya mewujudkan semangat 2D2K dan saya mohon agar Engkau terus membimbing saya. Amin

Ayat Kitab Suci :  “Demikianlah setiap orang di antara kita akan member pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah” Rom 14:12


Linda

Bulan Desember merupakan bulan terakhir dalam tahun. Dan pada bulan Desember saya akan merayakan natal. Namun sebelum merayakan natal tentu saja saya perlu mempersiapkan hati dalam masa adven. Saya memanfaatkan masa adven untuk mempersiapkan diri saya menyambut hari raya natal dengan sungguh-sungguh dengan berusaha mewujudkan semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian). Saya berusaha setiap hari untuk berdoa secara khusus agar pandemic covid-19 ini segera berakhir, selalu member derma di gereja, wujud kurban dan kesaksian pada saat pandemic ini saya tetap aktif misdinar.

Memang sangat berbeda dengan persiapan natal pada tahun sebelumnya karena biasanya ada carnaval santa claus dan sejak awal bulan Desember pondok-pondok natal sudah ada pada persimpangan-persimpangan maupun mata jalan tetapi tahun ini terasa sepi. Walau banyak hal berubah namun saya juga mengalami perubahan karena kemudian saya menyadari pentingnya mempersiapkan hati saya untuk menyambut perayaan Natal.

Pengalaman Yag berkesan: walaupun masih dalam suasana virus corona saya tetap mengikuti ibadah di gereja dan bertugas sebagai misdinar.

Rahmat yang diberikan oleh Tuhan adalah: Tuhan memberikan kesehatan yang cukup kepada saya sehingga saya masih tetap bisa pergi beribadah.

Niat, janji, harapan, atau semangat yang kudapatkan adalah berusaha terus mewujudkan semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban, Kesaksian) dan selalu mengikuti Yesus.

Doa : Tuhan syukur dan terima kasih karena Engkau selalu menyertai kami hingga saat ini. Amin.

Ungkapan Singkat : Tuhan selalu hadir dalam hidupku

Ayat Kitab Suci     : “ Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu” Lukas 11: 34

Tinggalkan komentar